Taman Bunga Nusantara
Puncak…dok: Lily
Kemudian dilanjutkan dengan brunch di restaurant yang kontroversial sejak saya remaja. Restaurant milik pejabat/ petinggi Jawa barat yang konon kabarnya seharus tak mendapat izin untuk mendirikan restoran di lokasi itu. Menurut kabar (saya sendiri tak tahu persis kebenaran berita yang sering disampaikan oleh masyarakat ini) akan dibongkar tetapi hingga sekarang Restoran itu tetap berdiri megah dengan hidangan yang nikmat dan kita bisa melihat kesekeliling. Melihat nun jauh kebawah dengan mobil yang terlihat kecil.
Selepas brunch di resto yang sangat populer ini kita kembali turun dan dan menikmati keelokan alam yang terbentang luas menghijau dan menjelang zuhur kita tiba di Masjid Atta’awun yang indah yang waktu itu baru dibangun.
Masjid Atta
Rest Area Bogor (jadul th2008)
Taman Bunga Nusantara (dok: Lily)
Jalanan ke arah Puncak terkenal akan macet nya tetapi dibulan Ramadhan dan hari selasa pula, tak ada kemacetan walau jalanan cukup ramai. Kita berangkat agak siang dan tiba di masjid Atta’awun saat zuhur sudah masuk. Kita sholat dan berfoto disana.
Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Taman Bunga Nusantara meliwati restaurant Rindu Alam dan pulangnya kami sempat berhenti di area parkir nya hanya sekedar menikmati pemandangan alam, karena belum waktu berbuka ketika sampai restoran yang cukup populer ini.
Perjalanan menuju ke Taman Bunga Nusantara ada beberapa ruas jalan yang rusak dan belum diperbaiki. Akhirnya kita sampai juga ke Taman bunga yang indah…di Taman Bunga Nusantara (dok:lily)
Salah satu yang paling menarik perhatian saya adalah topiari burung merak dengan bunga yang terbentang membentuk seperti ekor burung merak dengan warna yang memikat. yang saya baca dari blog disini ekor burung merak dibentuk oleh 20.000 bunga musiman yang seluruhnya berasal dari luar negeri, seperti bunga pentunia. Bunga ini disebut bunga musiman karena memiliki masa hidup dan berbunga antara 2-3 bulan saja.
burung merak (dok: lily)
Angsa Hitam
Taman tema air
Walau saat berpuasa tapi tak terasa penat berkeliling melihat taman dengan tema yang berbeda seperti taman Perancis, taman Mawar, taman Rahasia (labirynth), taman Mediterania, taman Palem, taman Bali dan Taman Jepang. Setelah puas berkeliling saya kembali ke Jakarta.
Diperjalanan menuju Jakarta agak macet, banyak penduduk yang ngabuburitmenggunakan motor sehingga membuat lalu lintas tersendat. Sehingga perkiraan kita meleset. Azan Magrib sudah berkumandang sebelum kita mencapai resto ciawi langganan kakak ipar saya. Dan lebih membuat kita kecewa ternyata restaurant itu tutup terpaksa kita harus makan di Bogor. Yang dicapai 10menit lewat tol.